Sabtu, 16 April 2011

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Diposting oleh Ryanti Ramadani di 4/16/2011 07:52:00 AM
Nama                    : Ryanti Ramadani
Kelas                     : 1KA26
NPM                      : 16110311
Ilmu Budaya Dasar
BAB 8
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

1.       Pengertian Pandangan Hidup dan Ideologi

v        Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan,, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
v        Macam – macam pandangan hidup
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya
2. Pandangan hidup yang berupa idiologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut
3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya
v         Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkanWeltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat.
v        Hak  ideologi ada 2
- ideologi hukum
- ideologi politik

2.       Cita – Cita

v        Pengertian Cita-cita
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan,harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang. Dengan demikian cita-cita merupakan pandangan masa depan, merupakan pandangan hidup yang akan datang. Pada umumnya cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi, dengan perkataan lain: cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.
v       Contoh cita – cita
Seorang anak menginginkan jikalau sudah besar nanti ia akan menjadi seorang dokter yang hebat maka dari itu ia belajar dengan giat di sekolah maupun dirumah. Ia ingin menjadi dokter karena ia berfikir bahwa menjadi seorang dokter adalah kerjaan yang mulia yang bias membantu orang lain untuk mendapatkan kesehatan maka dari itu ia menginginkan dirinya untuk menjadi dokter yang hebat.

3.       Kebajikan

v        Pengertian kebajikan
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika.Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik.
v       Makna kebajikan
Jadi, kebajikan itu adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat, dan Hukum Tuhan. Semua tanpa disadari, saling berkaitan. Manusia merupakan anggota masyarakat di mana tiap individunya merupakan kumpulan prebadi, sehingga setiap suara masyarakat pada hakikatnya adalah kumpulan suara hati pribadi-pribadi dalam masyarakat itu. Sebagaimana suara hati tiap pribadi pasti selalu menginginkan yang baik, maka masyarakat yang terdiri atas pribadi-pribadi cenderung bersuara hati yang juga baik untuk kehidupan bermasyarakatnya. Dari suara hati, kita mengenal Tuhan yang merupakan tujuan kita hidup. Sehingga perintah Tuhan untuk saling mengayomi satu sama lain, dapat terealisasi dalam kehidupan masyarakat.

v       Terdapat tiga hal yang menjadi faktor yang mungkin dapat menjadikan seorang individu memiliki sikap tertentu, yaitu:
a.       Pembawaan (hereditas) , sesuatu yang diturunkan dari orang tua pada anaknya. Dalam kenyataan, ada dua orang bersaudara kandung tapi pembawaannya berbeda dan itu disebabkan adanya prinsip variasi dalam keturunan.
b.      Lingkungan, merupakan alam kedua yang melingkupi manusia dan di situ manusia baru akan terdidik dengan sendirinya agar bisa melanjutkan hidup. Lingkungan itu membentuk jiwa seseorang di mana pun dia berada. Dan dari situ dia akan belajar tentang ‘apa perannya’ dalam suatu kelompok masyarakat sekaligus membentuk pribadi yang sesuai dengan keadaan yang mendukung emosionalnya.
c.       Pengalaman, merupakan segala sifat dari keadaan-keadaan, baik itu manis ataupun pahit yang dirasakan dan cenderung sering terbesit di pikiran manusia. Pengalaman sendiri memberi ‘bekal’ yang selalu dipergunakan sebagai pertimbangan sebelum manusia itu bertindak.


4.       Usaha/Perjuangan

v        Usaha atau perjuangan adalah bentuk kerja keras untuk mewujudkan tujuan atau cita-cita. Tanpa adanya usaha, hidup manusia tak ada artinya. Manusia diciptakan berakal dan berindra, di mana apa yang dititipkan-Nya harus dipotensialkan sesuai kemampuannya. Ada sebagian orang yang cenderung menggunakan fisiknya daripada pikirannya. Hal tersebut sama dengan orang yang cenderung menggunakan kemampuan berpikirnya daripada fisiknya, yaitu sama-sama berjuang untuk mengeksiskan hidup. Mereka begitu karena tuntutan kondisi, jaman, dan –sebagian kecil, integritas atau penghargaan.

5.       Keyakinan atau Kepercayaan

v        Aliran filsafah
Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, terdapat tiga aliran filsafat, yaitu:
a. Aliran naturalisme, kehidupan manusia dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi, yang terbedakan antara kekuatan gaib dari alam dan dari Tuhan. Aliran ini bercirikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ada Tuhan. Yang menjadi pembeda adalah yakin kepada siapakah manusia itu. Dan apabila aliran naturalisme ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan yang akan timbul berasal dari yakinnya manusia itu kepada Tuhan. Pandangan hidup yang dilandasi keyakinan seperti ini disebut dengan pandangan hidup relijius
b. Aliran intelektualisme, manusia dianugerahi akal untuk membedakan mana hal baik dan mana hal buruk. Akal terkadang bertolak belakang jauh dengan hati nurani. Di mana sebenarnya apabila manusia itu mengerti jalan hidup dan bisikan hati nuraninya, dia tidak serta merta membenarkan hal yang dinilai salah oleh hati nuraninya tapi dinilai benar oleh akalnya. Apabila aliran intelektualisme dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu akan bermula dari akal dan berkeyakinan bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi).
c. Aliran gabungan, kehidupan berasal dari Tuhan dan dilaksanakan berdasar akal yang telah dianugerahi-Nya.


0 komentar:

Posting Komentar

 

My blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review