Sabtu, 19 November 2011

TIPE DAN TEORI KEPEMIMPINAN

Diposting oleh Ryanti Ramadani di 11/19/2011 08:02:00 AM 0 komentar
Nama             : Ryanti Ramadani
NPM              : 16110311
Kelas              : 2KA24
TIPE DAN TEORI KEPEMIMPINAN
·         Pendahuluan
Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan “pemimpin”.

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

·         Teori
TIPE / MACAM KEPEMIMPINAN
menurut G. R. Terry yang dikutif Maman Ukas, bahwa pendapatnya membagi tipe-tipe kepemimpinan menjadi 6, yaitu :
           1.     Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership).
           Dalam system kepemimpinan ini,segala sesuatu tindakan itu 
           dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi. Petunjuk itu 
           dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi 
           oleh pemimpin yang bersangkutan.
           2.      Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership).
           Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui 
           bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau
           perintah juga pengawasan.
          3.      Tipe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership).
          Pemimpin otoriter biasanya bekerja keras, sungguh-sungguh, 
          teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan-peraturan yang
          berlaku secara ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
         4.      Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership).
         Pemimpin yang demokratismenganggap dirinya sebagai bagian 
         dari kelompoknya dan bersama-sama  dengan kelompoknya 
         berusaha bertanggung jawab tentang terlaksananya tujuan bersama. 
         Agar setiap anggota turut bertanggung jawab, maka seluruh 
         anggota ikut serta dalam segala kegiatan, perencanaan, 
         penyelenggaraan, pengawasan,dan penilaian. Setiap anggota 
         dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan
          pencapaian tujuan.
        5.      Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership).
        Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat ke
        bapaan dalam hubungan pemimpindan kelompok. Tujuannya 
        adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti 
        halnya seorang bapak kepada anaknya.
        6.      Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership).
        Biasanya timbul dari kelompok orang-orang yang informal di 
        mana mungkin mereka berlatih dengan  adanya system kompetisi, 
        sehingga bisa  menimbulkan klik-klik dari kelompok yang 
        bersangkutan dan biasanya akan muncul pemimpin yang 
        mempunyai kelemahan diantara yang ada dalam kelempok 
        tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikut berkecimpung.

TEORI DALAM KEPEMIMPINAN
Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).

Macam –macam teorimya :
            1.      Teori Sifat
      Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan 
      seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau 
      ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu.Atas dasar pemikiran 
      tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang 
      pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan 
      pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud
      adalah kualitas seseorang denganberbagai sifat, perangai
      atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki 
      pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
o   Pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat,
    rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, 
    adaptabilitas, orientasi masa depan;- sifat inkuisitif, rasa 
    tepat waktu, rasa kohesi yang  tinggi, naluri relevansi,
    keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, 
    kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
o   Kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, 
    menentukan skalaprioritas, membedakan yang urgen dan 
    yang penting, keterampilan mendidik,dan berkomunikasi 
    secara efektif.

      Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : 
      terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat 
      yang dianggapu nggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan 
      dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita 
      renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung 
      didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai 
      pemimpin, justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang 
      menerapkan prinsip keteladanan.

            2.      Teori Perilaku

      Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan 
      perilaku seorangindividu ketika melakukan kegiatan pengarahan 
      suatu kelompok ke arahpencapaian tujuan. Dalam hal ini,
      pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
a.      Konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan 
bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, 
mendukung, membela, mendengarkan,menerima Usul dan 
memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukan
nya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula 
kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan 
tugas organisasi.
b.      Berorientasi kepada bawahan dan produksi
perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan 
ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, 
perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan 
bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, 
kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku 
pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki 
kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,
pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas 
serta pencapaian tujuan.

           3.      Teori Situasional
     Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional 
     ditentukan oleh cirikepemimpinan dengan perilaku tertentu 
     yang disesuaikan dengan tuntutansituasi kepemimpinan dan 
     situasi organisasional yang dihadapi denganmemperhitungkan 
     faktor waktu dan ruang.
  
·         Pembahasan
Jadi menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam menjadi seorang pemimpin yang efektif dan karismatik. Untuk menjadi pemimpin yang efektif Guru manajeman terkenal, Peter Drucker, menjawabnya hanya dengan beberapa kalimat: "Pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasar misi organisasi, mendefinisikannya dan menegakkannya, secara jelas dan nyata”.
Dan Max Weber adalah ilmuan pertama yang membahas kepemimpinan karismatik. Lebih dari seabad yang lalu, ia mendefinisikan karisma (yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti "anugerah") sebagai "suatu sifat tertentu dari seseorang, yang membedakan mereka dari orang kebanyakan dan biasanya dipandang sebagai kemampuan atau kualitas supernatural, manusia super, atau paling tidak daya-daya istimewa.  Kemampuan-kemampuan ini tidak dimiliki oleh orang biasa, tetapi dianggap sebagai kekuatan yang bersumber dari yang Ilahi, dan berdasarkan hal ini seseorang kemudian dianggap sebagai seorang pemimpin.


Referensi :
-          Nurkolis, "Manajeman Berbasis Sekolah: Teori, Model dan Aplikasi", Grasindo, 2003,
-          John Adair, "Cara Menumbuhkan Pemimpin", Gramedia Pustaka Utama,
-          Achmad S. Ruky, "Sukses Sebagai Manajer Profesional Tanpa Gelar MM atau MBA", Gramedia Pustaka Utama
-          Jack Trout, "Big Brands Big Trouble", Esensi,
-          Perilaku Organisasi 2(ed. 12) HVS, "Perilaku Organisasi 2 (ed. 12) HVS", Penerbit Salemba
-          Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
-          Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Konflik Antar Organisasi

Diposting oleh Ryanti Ramadani di 10/22/2011 05:33:00 AM 0 komentar
Nama          : Ryanti Ramadani
NPM           : 16110311
Kelas           : 2KA24

KONFLIK

PENDAHULUAN

          Perkembangan kehidupan manusia di bidang teknologi dan sosial budaya semakin maju. Dimana disetiap bidang tersebut terdapat suatu organisasi. Sekumpulan orang yang berkumpul dalam suatu ikatan dan tujuan tertentu. 
          Didalam organisasi terdapat kerjasama antar subsistem dengan subsistem lainya. Tetapi tidak dipungkiri juga dapat terjadinya ketidaksesuaian atau kecocokan antara indivisu pelaksanaanya. Hal ini bisa terjadi jika masing-masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan tersendiri. Konflik sendiri dapat menjadi masalah yang serius tidak peduli apapun bentuk organisasi tersebut. Jika konflik tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian maka akan menurunkan kinerja organisasi yang bersangkutan. 

TEORI

          Menurut Robbins (1996) dalam “organisasi Behavior” menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.

Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu,
1.      Konflik Intrapersonal  
      Konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
2.      Konflik Interpersonal
      Pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentangan kepentingan atau keinginan. Hal ini terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
3.      Konflik antar individu dan kelompok
      Ketika individu menghadapi tekanan-tekanan dari kelompok kerja tertentu.
4.      Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama
      Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.
5.      Konflik antara organisasi
      Biasanya terjadi karena persaingan antar organisasi seperti dalam bidang ekonomi.

PEMBAHASAN

Contoh konflik antar organisasi misalnya persaingan antara Pepsi dan Coca-cola. Keduanya mulai bersaing sejak pertama kali mereka didirikan. Persaingan yang ketat ini bisa dilihat dari diagram pendapatan market value, iklan serta “fanatisme” pelanggan keduanya. Untuk lebih jelas dalam diagram persaingan dibawah ini perbandingan jumlah orang yang mengetik kata “Coca-Cola” dan “Pepsi” pada situs Google. Dari situ dapat dilihat bahwa dalam hal branding dalam masyarakat Coca Cola unggul.


Tapi dilihat dalam hal pendapatan Pepsi unggul dengan 26,2 miliar dollar meninggalkan Coca cola 19.8 miliar dollar. Dan pada daftar 500 perusahaan terbesar di Amerika tahun 2010, Pepsi menempati urutan ke 50 mengalahkan Coca Cola pada peringkat 72.

Cara mengatasi konflik organisasi antara lain adalah :

1.       Pemecahan masalah ( Problem Solving )
2.       Tujuan tingkat tinggi ( Lipsordinate Goal )
3.       Perluasan sumber ( Ekspansion of Resources )
4.       Menghindari konflik ( avoidance )
5.       Melicinkan konflik ( Smoothing )
6.       Perintah dari wewenang (Authoritative Commands )
7.       Mengubah variabel manusia ( Altering the Human Variabel )
8.       Mengubah variabel struktural (Altering the Structural Variables)
9.       Mengidentifikasikan musuh bersama ( Identifying a Common Enemy )

Sumber :

Senin, 03 Oktober 2011

ORGANISASI NIRLABA

Diposting oleh Ryanti Ramadani di 10/03/2011 05:37:00 PM 0 komentar
Nama                    : Ryanti Ramadani
NPM                      : 16110311
Kelas                     : 2KA24

ORGANISASI NIRLABA

Pendahuluan
Organisasi Nirlaba adalah suatu organisasi yang bersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal di dalam menarik perhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatian terhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter).
Dalam organisasi nirlaba tidak terdapat kejelasan siapa yang menjadi pemilik organisasi tersebut. Seperti halnya organisasi laba yang mempunyai anggaran tetap dari setiap keuntungan yang diperoleh dari bisnis yang dijalani , tetapi lain halnya dengan organisasi nirlaba, organisasi nirlaba tidak memiliki pemasukan yang tetap/konstan , setiap anggaran yang diperoleh bukan hasil dari permainan bisnis melainkan adanya sumbangan atau donator dari suatu kelompok atau perorangan.
Ciri - Ciri Organisasi Non Profit :
a.Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapakan pembayaran kembali atas    manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan.
b.Menghasilkan barang dan/ atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan kalau suatu entitas menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak pernah dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut.
c.Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuiditas atau pembubaran entitas.

Teori

Di Indonesia, organisasi nirlaba telah berkembang cukup pesat, terutama di bidang keagamaan serta advokasi. contoh organisasi nirlaba di Indonesia adalah seperti yayasan panti asuhan, panti jompo,dan  panti rehabilitas.
Contoh kasus terlihat pada Rumah Zakat, Rumah zakat adalah adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memfokuskan pada pengelolaan zakat, infaq, shodaqoh dan wakaf secara profesional dengan menitikberatkan program pendidikan, kesehatan, pembinaan komunitas dan pemberdayaan ekonomi sebagai penyaluran 4 program unggulan yaitu pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kepemudaan.
Dalam pengembangan keempat programnya Rumah Zakat mengembangkan program pendamping dan pemberdayaan intensif berbasis komunitas yang disebut Intergrated Community Development (ICD) baik perkecamatan maupun kelurahan. Untuk setiap ICD dikelola oleh satu orang atau lebih Mustahik Relation Officer (MRO) yang tinggal ditengah-tengah masyarakat yang dibinanya sehingga pemantauan dan keberlangsungan program lebih terjaga.
Adapun manfaat yang terbentuk dari Rumah Zakat adalah memudahkan setiap karyawan untuk berzakat lebih teratur karena dikoordinir secara bersama, mengoptimalkan potensi filantropi nasional disetiap instansi atau lembaga usaha, memberi efek edukasi kepada setiap muslim untuk tertib mengeluarkan zakat profesi, system ini juga memudahkan pengaturan implementasi zakat pengurang penghasilan kena pajak, sekaligus sebagai bentuk nyata aksi penyelamatan masyarakat agar lebih berdaya.

Pembahasan

Seperti yang tertera diatas bahwa Rumah Zakat termasuk pada lingkup organisasi nirlaba karena organisasi ini tidak mempunyai tujuan untuk mencari laba. Rumah Zakat ini didirikan untuk mempermudah masyarakat untuk menyalurkan zakat profesi nya. Selain itu Rumah Zakat tidak memiliki anggaran tetap. Anggaran yg didapat berupa donasi atau sumbangan. Setiap zakat yang dikumpulkan dari suatu daerah maka zakat itu akan digunakan untuk daerah itu sendiri. Dana pengelola yang dihasilkan dari penghimpunan, dapat disubsidi sillangkan ke kota-kota yang membutuhkan.Dan distribusi itu sendiri bergantung pada evaluasi dan kebutuhan masyarakat. Tetapi tidak semua organisasi nirlaba tidak mempunyai ketua atau direktur, di Rumah Zakat terdapat manajemen yang mengatur keluar masuknya zakat. Dan fungsi ketua disini bermaksud untuk mengatur jalannya distribusi zakat tersebut.


Sumber

Minggu, 17 April 2011

Manusia dan Harapan

Diposting oleh Ryanti Ramadani di 4/17/2011 08:00:00 PM 0 komentar
Nama : Ryanti Ramadani
Kelas : 1KA26
NPM : 16110311
Ilmu Budaya Dasar
BAB 11
MANUSIA DAN HARAPAN
1. Pengertian Harapan

v Harapan adalah sesuatu yang diinginkan oleh manusia, yang diinginkan atau dimiliki dengan segenap jiwa dan keyakinan agar sesuatu terjadi.
v Harapan hampir mirip dengan cita-cita, hanya saja biasanya cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Meskipun demikian, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :
o Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
O Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat.
v Contoh harapan, ketika seorang ibu mengharapkan anaknya untuk menjadi seseorang yang soleh, yang berguna bagi bangsa Negara dan agama.

2. Sebab Manusia Mempunyai Harapan

Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :
v Dorongan Kodrat
      Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
      Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
      Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain.Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
v Dorongan Kebutuhan Hidup
      Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
3. Pengertian Doa

v Menurut bahasa do'a berasal dari kata "da'a" artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.
v Syeikh Abdurrahman bin Sa'diy berkata: "Setiap perintah di dalam al Qur'an dan larangan berdo'a kepada selain Allah, meliputi do'a masalah (permintaan) dan do'a ibadah." 2
Adapun perbedaan antara kedua macam do'a tersebut adalah: 
o Do'a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini dibagi menjadi tiga:
a)  Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini termasuk tauhid
b)  Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan dosa besar.
c)  Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh. 
o Do'a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.

4. Kepercayaan

v Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
v Dr. Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “Filsafat Ilmu” sebuah pengantar populer, ada 3 teori kebenaran, yaitu :
o Teori Koherensi atau Konsistensi
     Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan tersebut bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
o Teori Korespondensi
     Yaitu suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkoresponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. 
o Teori Pragmatis
     Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

5. Kepercayaan dan Usaha Untuk meningkatkannya

Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
v  Kepercayaan Pada Diri Sendiri
Kepercayaan kepada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya kepada diri sendiri pada hakekatnya adalah kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
v  Kepercayaan Kepada Orang Lain
Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya kepada terhadap kata hatinya, atau terhadap kebenarannya. Karena ada ucapan yang berbunyi ” orang dipercaya karena ucapannya”.
v  Kepercayaan Kepada Pemerintah
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, dan milik rakyat. Rakyat adalah negara dan rakyat itu menjelma pada negara. Seseorang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, dan negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, sehingga kedaulatan mutlak pada negara. Satu-satunya yang mempunyai hak adalah negara. Manusia perseorangan tidak mempunyai hak, tetapi hanya kewajiban.
Karena itu jelaslah bagi kita, baik teori maupun pandangan teokratis atau demokratis negara pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Sehingga wajar jika manusia sebagai warga negara percaya kepada negara dan pemerintah.
v  Kepercayaan Kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan itu amat penting karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan manusia dengan Tuhannya. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran adanya Tuhan. Oleh karena itu, jika manusia ingin memohon pertolongan kepadaNya, maka manusia harus percaya kepada Tuhan.

Elearning Universitas Gunadarma




Manusia dan Kegelisahan

Diposting oleh Ryanti Ramadani di 4/17/2011 07:43:00 PM 0 komentar
Nama                    : Ryanti Ramadani
Kelas                     : 1KA26
NPM                      : 16110311
Ilmu Budaya Dasar
BAB 10
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
1.       Pengertian Kegelisahan

v  Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang beraru tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir , tidak tenang,
tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari
maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalamkecemasa.
v  Kecemasan dibagi menjadi 3 macam diantaranya :
A)     Kecemasan tentang kenyataan ( objektif )
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu kenyataan yang pernah dialami oleh seseorang di masa lalu yang membuat orang tersebut menjadi shocked karenanya. sebagai contohnya, ketika seorang wanita mengalami kejadian penjambretan ketika ia sedang berjalan di suatu wilayah tertentu. ketika wanita tersebut diajak kembali ke tempat tersebut ia akan menjadi gelisah karena takut hal tersebut akan terulang lagi padanya.
B)      Kecemasan Neoritis
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, takut akan hal yang dibayangaknnya atau takut akan idnya sendiri sehingga menekan ego. kegelisahan ini akan membuat seseorang menjadi gelisah akan suatu hal yang buruk yang sedang di bayangkannya akan menjadi sebuah kenyataan. sebagai contohnya ayah dinar akan dipindahkan ke kota lain dan mereka sekeluarga harus pindah ke kota tersebut. kecemasan neoritis dinarpun memuncak ketika ayahnya membicarakan hal tersebut kepadanya. dinar membayangkan bahwa hidupnya di daerah tersebut akan tidak sebahagia di tempat yang ia tinggali sekarang karena kota baru tempat dimana ayahnya akan dipindahkan tersebut terletak di suatu daerah yang terpencil yang jauh dari tempat hiburan, dimana dinar sudah terbiasa untuk tinggal di kota besar yang banyak tempat hiburannya. hal tersebut merupakan sebuah contoh dari kecemasan Noritis.
C)      Kecemasan moril
Kecemasan moril sendiri disebabkan oleh pribadi seseorang dimana tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi seperti: iri, benci, dendam,dengki,marah,gelisah.rasa kurang,cinta.rasa iri, benci,dendam merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan berdasarkan konsep yang kurang sehat, oleh karena itu alasan untuk iri,benci,dengki kurang dapat dipahami oleh orang lain.
sifat-sifat seperti itu adalah sifat yang tidak terpuji bahkan mengakibatkan manusia merasa khawatir, takut,cemas,gelisah dan putus asa.

2.       Sebab – Sebab Orang Gelisah

v        Sebab - sebab orang gelisah adalah karena mereka takut kehilangan berbagai macam haknya seperti hak untuk hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan dan lain-lain.
v       Contoh orang yang sedang gelisah, ketika anak SMA sedang menjalani Ujian Nasional siswa-siswa mengalami kegelisahan yang dalam dikarenakan mereka takut jikalau nanti mereka tidak bisa mengerjakan soal dengan benar maka akan menerima kenyataan pahit untuk Tidak Lulus dan mengecewakan orang tua mereka.

3.       Usaha – Usaha Mengatasi Kegelisahan

v        Adapun cara untuk mengatasi kegelisahan ini, pertama-tama harus dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan bersikap tenang. Dengan bersikap tenang, kemungkinan segala kesulitan dapat diatasi.
Cara lain yang mungkin juga baik untuk digunakan dalam mengatasi kegelisahan atau kecemasan yaitu dengan memerlukan sedikit pemikiran (introspeksi).
Apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan oleh kecemasan tersebut dan bila kita tidak dapat mengatasinya, kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
Dan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan memasrahkan diri kepada Tuhan. Pasrahkan nasib sepenuhnya kepada-Nya.
v       Cara mengatasi kegelisahan dari contoh anak SMA yang sedang menjalankan ujian adalah sebisa mungkin bersikap tenang dalam mengerjakan soal jangan terburu-buru. Jangan terpaku memikirkan soal-soal yang susah karena itu bisa menimbulkan kegelisahan yang sangat. Lalu berdoa meminta petunjuk dan minta agar diberi ketenangan ketika mengerjakan soal tersebut.

4.       Keterasingan

v         Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu berasal dari kata asing, yang artinya sendiri, tidak dikenal orang. Sehingga terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi keterasingan adalah hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil dan terpisah dari yang lain.

5.       Kesepian

v         Kesepian berarti merasakan kesunyian, dan seolah-olah tidak memiliki teman. Penyebabnya bisa karena frustasi, tidak suka diganggu, lebih menyukai keadaan sepi, tidak suka bergaul dan sebagainya.
v        Macam – macam Kesepian
v       Contoh orang yang sedang kesepian
Pangeran Sidharta, putera raja Kapilawastu, meninggalkan istana, kemewahan, keramaian dan ketidakpastian, dikarenakan frustasi menyaksikan kontradiksi keadaan istana dengan keadaan luar istana yang penuh penderitaan, sehingga ia pergi meninggalkan istana, hidup dalam kesepian mencari hakekat hidup.
 
6.       Ketidakpastian

v                     Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu dan tidak dapat ditentukan, tanpa arah dan  asal-usul yang jelas. Hal ini dikarenakan seseorang tidak konsentrasi dan pikiran yang kacau.
v                     Tanda - Tanda ketidakpastian
o     Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tidak menyenangkan dan sebab-sebabnya tidak diketahui penderita.
o     Phobia
Phobia adalah rasa ketakutan yang tidak terkendali atau tidak normal terhadap suatu hal atau kejadian yang tidak diketahui sebab-sebabnya.
o      Kompulasi
Kompulasi adalah keraguan-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tidak disadari untuk melakukan perbuatan serupa berkali-kali.
o      Histeria
Histeria adalah neurosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, dan sugesti dari sikap orang lain.
o       Delusi
Delusi menunjukkan sikap yang tidak beres, karena berdasarkan keyakinan palsu.
o      Halusinasi
Halusinasi adalah khayalan yang terjadi tanpa rangsangan panca indera.
o     Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini tampak pada keseluruhan pribadinya. Gejalanya berupa gangguan nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi berdenyut cepat, berkeringat, tekanan darah tinggi, dan lemah. Sikapnya bisa apatis atau terlalu senang yang biasanya dilakukan dengan gerakan lari-larian, tertawa, bernyanyi, atau berbicara.

7.       Usaha – Usaha Mengatasi Ketidakpastian

Untuk menyembuhkan perasaan ketidakpastian ini, tergantung pada mental si penderita. Jika penyebabnya sudah diketahui, maka jalan yang paling baik adalah dengan membawa penderita ke psikolog.


Sumber : eLearning Universitas Gunadarma

Sabtu, 16 April 2011

TANGGUNG JAWAB

Diposting oleh Ryanti Ramadani di 4/16/2011 08:03:00 AM 0 komentar

Nama                     : Ryanti Ramadani
Kelas                      : 1KA26
NPM                      : 16110311
Ilmu Budaya Dasar
BAB 9
TANGGUNG JAWAB
1.       Pengertian Tanggung Jawab

v        Tanggung jawab adalah sesuatu yang harus kita lakukan agar kita menerima sesuatu yang di namakan hak.Tanggung jawab merupakan perbuatan yang sangat penting dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,karena tanpa tanggung jawab,maka semuanya akan menjadi kacau.

2.       Macam-macam tanggung jawab

a.       Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengambangkan kepribadian sebagai manusia prbadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah kemanusiaan menganai dirinya sendiri menunrut sifat dasarnya manusia adalah mahluk bermoral namun manusia juga seorang pribadi. Karena merupakan seorang pribadi manusisa mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri angan angan sendiri sebagai perwujudan dari pendapat perasaan dan angan angan masnusia berbuat dan bertindak.
b.      Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan Masyarakat kecil, keluarga terdiri dari suami-istri , ayah ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkun nama baik keluarga tapi ketangung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan pendidikan dan kehidupan
c.       Tanggung jawab terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya manusai tidak bisa hidup tanoa bantuan omanusia lain, sesua dengan kedudukannya sebagai mahluk social. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga mdengan demikian manusia disisni merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lain agat dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajarlah apabila segala tingkat lkau dan perbuatannya harus dipertaggung jawabkan kepada masyarakat.
d.      Tanggung jawab kepada Bangsa/Negeri
Bahwa setiap manusia adalah warga Negara suatu Negara dalam berpikir, berbuat, bertindak, ertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau ukuran ukuran yang dibuat oleh Negara. Manusia tidak dapat berbuat semuanya sendiri bila perbuatan manusia itu salah maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.
e.      Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisi kehidupannya manusia mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga dikatakan tindakan manusia tidak lpas daei hukuman hukuman Tuhan. Yang diruangkan dalam berbagai kitab suco melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman hukuman  tersebut akan segera diperingatkan oleh Tuhan dan jika perungatan yang keraspun manusia masih juga tidak menghiraikan maka Tuhan akan melakukan kutukan. Sebab dengan mengabaikan perintah perintah Tuhan. Berarti menginggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan terhadap Tuhan sebagai penciptanya. Bahkan untuk memenuhi tanggungjawabnya manusia harus berkorban.

3.       Pengabdian dan Pengorbanan

v       Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagi perwujudan kesetiaan, cinta, kasih saying, hormat atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan hal itu berarti dia mengabdi kepad keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari hari itu bukan pengabdian tapi hanya bantuan saja.
v        Macam – macam pengabidan
a.       Pengabdian terhadap Tuhan YME yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawab yang diikuti oleh pengorbanan.
b.      Pengabdian kepada Masyarakat, karena manusia hidup dan dibesarkan di dalam masyarakat sehingga pengabdian dan pengorbanan sebagai perwujudan tanggng jawab terhadap masyarakat.
c.       Pengabdian kepada Raja, yaitu suatu penyerahan diri kepada raja yang melindunginya.
d.      Pengabdian Kepada Negara, pengabdian yang timbul karena seseorang merasa iktu bertanggung jawab terhadap kelestarian negara dan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
e.      Pengabdian kepada harta, karena seseorang menganggap harta yang menghidupinya. Sehinggga tindakannya semata-mata demi harta, bahkan rela berkorban untuk mempertahankan hartanya.
v       Contoh Pengabdian
Contoh pengabdian terhadap Tuhan YME, setiap umat beragama memiliki berbagai bentuk dan cara pengabdian terhadap Tuhan. Khususnya bagi umat Islam cara pengabdian terhadap Allah SWT dengan cara menunaikan sholat 5 waktu, berpuasa dibulan Ramadhan, membayar zakat dan pergi ke tanah suci. Dengan cara tersebut umat muslim dapat melakukan pengabdian atas diberikannya rizki , kesehatan dan keselamatan.
v       Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk menytakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasahn yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang didasarkan atas kesadara moral yang tulus ikhlash semata mata.
v        Macam-macam pengorbanan
a.       Pengorbanan terhadap masyrakat
b.      Pengorbanan terhadap diri sendiri dan keluarga
c.       Pengorbanan apa yang telah kita miliki dan bisa kita pertanggung jawabkan
v       Akibat dari pengorbanan : kita akan merasa kecewa sedih dan apapun itu jika kita harus rela kehilangan sesuatu yang kita miliki.
v       Contoh pengorbanan
Contoh pengorbanan yang dilakukan seorang orang tua untuk mencari nafkah bagi keluarga dan anaknya agar dapat hidup nyaman dan sejahtera. Orang tua rela bekerja siang maupun malam untuk mencukupi kehidupan keluarganya. Demi mencari nafkah mereka rela mempersempit waktu bersama keluarga dan waktu istirahat mereka

 

My blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review