Sabtu, 19 November 2011

TIPE DAN TEORI KEPEMIMPINAN

Diposting oleh Ryanti Ramadani di 11/19/2011 08:02:00 AM
Nama             : Ryanti Ramadani
NPM              : 16110311
Kelas              : 2KA24
TIPE DAN TEORI KEPEMIMPINAN
·         Pendahuluan
Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan “pemimpin”.

Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja" dengan praktik seperti pemagangan pada seorang senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari peranya memberikan pengajaran/instruksi.

Kebanyakan orang masih cenderung mengatakan bahwa pemimipin yang efektif mempunyai sifat atau ciri-ciri tertentu yang sangat penting misalnya, kharisma, pandangan ke depan, daya persuasi, dan intensitas. Dan memang, apabila kita berpikir tentang pemimpin yang heroik seperti Napoleon, Washington, Lincoln, Churcill, Sukarno, Jenderal Sudirman, dan sebagainya kita harus mengakui bahwa sifat-sifat seperti itu melekat pada diri mereka dan telah mereka manfaatkan untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan.

·         Teori
TIPE / MACAM KEPEMIMPINAN
menurut G. R. Terry yang dikutif Maman Ukas, bahwa pendapatnya membagi tipe-tipe kepemimpinan menjadi 6, yaitu :
           1.     Tipe kepemimpinan pribadi (personal leadership).
           Dalam system kepemimpinan ini,segala sesuatu tindakan itu 
           dilakukan dengan mengadakan kontak pribadi. Petunjuk itu 
           dilakukan secara lisan atau langsung dilakukan secara pribadi 
           oleh pemimpin yang bersangkutan.
           2.      Tipe kepemimpinan non pribadi (non personal leadership).
           Segala sesuatu kebijaksanaan yang dilaksanakan melalui 
           bawahan-bawahan atau media non pribadi baik rencana atau
           perintah juga pengawasan.
          3.      Tipe kepemimpinan otoriter (autoritotian leadership).
          Pemimpin otoriter biasanya bekerja keras, sungguh-sungguh, 
          teliti dan tertib. Ia bekerja menurut peraturan-peraturan yang
          berlaku secara ketat dan instruksi-instruksinya harus ditaati.
         4.      Tipe kepemimpinan demokratis (democratis leadership).
         Pemimpin yang demokratismenganggap dirinya sebagai bagian 
         dari kelompoknya dan bersama-sama  dengan kelompoknya 
         berusaha bertanggung jawab tentang terlaksananya tujuan bersama. 
         Agar setiap anggota turut bertanggung jawab, maka seluruh 
         anggota ikut serta dalam segala kegiatan, perencanaan, 
         penyelenggaraan, pengawasan,dan penilaian. Setiap anggota 
         dianggap sebagai potensi yang berharga dalam usahan
          pencapaian tujuan.
        5.      Tipe kepemimpinan paternalistis (paternalistis leadership).
        Kepemimpinan ini dicirikan oleh suatu pengaruh yang bersifat ke
        bapaan dalam hubungan pemimpindan kelompok. Tujuannya 
        adalah untuk melindungi dan untuk memberikan arah seperti 
        halnya seorang bapak kepada anaknya.
        6.      Tipe kepemimpinan menurut bakat (indogenious leadership).
        Biasanya timbul dari kelompok orang-orang yang informal di 
        mana mungkin mereka berlatih dengan  adanya system kompetisi, 
        sehingga bisa  menimbulkan klik-klik dari kelompok yang 
        bersangkutan dan biasanya akan muncul pemimpin yang 
        mempunyai kelemahan diantara yang ada dalam kelempok 
        tersebut menurut bidang keahliannya di mana ia ikut berkecimpung.

TEORI DALAM KEPEMIMPINAN
Teori kepemimpinan merupakan penggeneralisasian suatu seri perilaku pemimpin dan konsep-konsep kepemimpinannya, dengan menonjolkan latar belakang historis, sebab-sebab timbulnya kepemimpinan, persyaratan pemimpin, sifat utama pemimpin, tugas pokok dan fungsinya serta etika profesi kepemimpinan (Kartini Kartono, 1994: 27).

Macam –macam teorimya :
            1.      Teori Sifat
      Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan 
      seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau 
      ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu.Atas dasar pemikiran 
      tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang 
      pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan 
      pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud
      adalah kualitas seseorang denganberbagai sifat, perangai
      atau ciri-ciri di dalamnya. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki 
      pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah:
o   Pengetahuan umum yang luas, daya ingat yang kuat,
    rasionalitas, obyektivitas, pragmatisme, fleksibilitas, 
    adaptabilitas, orientasi masa depan;- sifat inkuisitif, rasa 
    tepat waktu, rasa kohesi yang  tinggi, naluri relevansi,
    keteladanan, ketegasan, keberanian, sikap yang antisipatif, 
    kesediaan menjadi pendengar yang baik, kapasitas integratif;
o   Kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang, analitik, 
    menentukan skalaprioritas, membedakan yang urgen dan 
    yang penting, keterampilan mendidik,dan berkomunikasi 
    secara efektif.

      Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : 
      terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat 
      yang dianggapu nggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan 
      dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita 
      renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung 
      didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai 
      pemimpin, justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang 
      menerapkan prinsip keteladanan.

            2.      Teori Perilaku

      Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan 
      perilaku seorangindividu ketika melakukan kegiatan pengarahan 
      suatu kelompok ke arahpencapaian tujuan. Dalam hal ini,
      pemimpin mempunyai deskripsi perilaku:
a.      Konsiderasi dan struktur inisiasi
Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan 
bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, 
mendukung, membela, mendengarkan,menerima Usul dan 
memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukan
nya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula 
kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan 
tugas organisasi.
b.      Berorientasi kepada bawahan dan produksi
perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan 
ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, 
perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan 
bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, 
kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku 
pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki 
kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan,
pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas 
serta pencapaian tujuan.

           3.      Teori Situasional
     Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional 
     ditentukan oleh cirikepemimpinan dengan perilaku tertentu 
     yang disesuaikan dengan tuntutansituasi kepemimpinan dan 
     situasi organisasional yang dihadapi denganmemperhitungkan 
     faktor waktu dan ruang.
  
·         Pembahasan
Jadi menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam menjadi seorang pemimpin yang efektif dan karismatik. Untuk menjadi pemimpin yang efektif Guru manajeman terkenal, Peter Drucker, menjawabnya hanya dengan beberapa kalimat: "Pondasi dari kepemimpinan yang efektif adalah berpikir berdasar misi organisasi, mendefinisikannya dan menegakkannya, secara jelas dan nyata”.
Dan Max Weber adalah ilmuan pertama yang membahas kepemimpinan karismatik. Lebih dari seabad yang lalu, ia mendefinisikan karisma (yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti "anugerah") sebagai "suatu sifat tertentu dari seseorang, yang membedakan mereka dari orang kebanyakan dan biasanya dipandang sebagai kemampuan atau kualitas supernatural, manusia super, atau paling tidak daya-daya istimewa.  Kemampuan-kemampuan ini tidak dimiliki oleh orang biasa, tetapi dianggap sebagai kekuatan yang bersumber dari yang Ilahi, dan berdasarkan hal ini seseorang kemudian dianggap sebagai seorang pemimpin.


Referensi :
-          Nurkolis, "Manajeman Berbasis Sekolah: Teori, Model dan Aplikasi", Grasindo, 2003,
-          John Adair, "Cara Menumbuhkan Pemimpin", Gramedia Pustaka Utama,
-          Achmad S. Ruky, "Sukses Sebagai Manajer Profesional Tanpa Gelar MM atau MBA", Gramedia Pustaka Utama
-          Jack Trout, "Big Brands Big Trouble", Esensi,
-          Perilaku Organisasi 2(ed. 12) HVS, "Perilaku Organisasi 2 (ed. 12) HVS", Penerbit Salemba
-          Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
-          Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.

0 komentar:

Posting Komentar

 

My blog Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review