Nama : Ryanti Ramadani
NPM : 16110311
Kelas : 2KA24
KONFLIK
PENDAHULUAN
Perkembangan kehidupan manusia di bidang teknologi dan sosial budaya semakin maju. Dimana disetiap bidang tersebut terdapat suatu organisasi. Sekumpulan orang yang berkumpul dalam suatu ikatan dan tujuan tertentu.
Didalam organisasi terdapat kerjasama antar subsistem dengan subsistem lainya. Tetapi tidak dipungkiri juga dapat terjadinya ketidaksesuaian atau kecocokan antara indivisu pelaksanaanya. Hal ini bisa terjadi jika masing-masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan tersendiri. Konflik sendiri dapat menjadi masalah yang serius tidak peduli apapun bentuk organisasi tersebut. Jika konflik tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa penyelesaian maka akan menurunkan kinerja organisasi yang bersangkutan.
TEORI
Menurut Robbins (1996) dalam “organisasi Behavior” menjelaskan bahwa konflik adalah suatu proses interaksi yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian antara dua pendapat (sudut pandang) yang berpengaruh atas pihak-pihak yang terlibat baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif.
Menurut James A.F. Stoner dan Charles Wankel dikenal ada lima jenis konflik yaitu,
1. Konflik Intrapersonal
Konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.
2. Konflik Interpersonal
Pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentangan kepentingan atau keinginan. Hal ini terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.
3. Konflik antar individu dan kelompok
Ketika individu menghadapi tekanan-tekanan dari kelompok kerja tertentu.
4. Konflik antara kelompok dalam organisasi yang sama
Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasi. Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja – manajemen merupakan dua macam bidang konflik antar kelompok.
5. Konflik antara organisasi
Biasanya terjadi karena persaingan antar organisasi seperti dalam bidang ekonomi.
PEMBAHASAN
Contoh konflik antar organisasi misalnya persaingan antara Pepsi dan Coca-cola. Keduanya mulai bersaing sejak pertama kali mereka didirikan. Persaingan yang ketat ini bisa dilihat dari diagram pendapatan market value, iklan serta “fanatisme” pelanggan keduanya. Untuk lebih jelas dalam diagram persaingan dibawah ini perbandingan jumlah orang yang mengetik kata “Coca-Cola” dan “Pepsi” pada situs Google. Dari situ dapat dilihat bahwa dalam hal branding dalam masyarakat Coca Cola unggul.
Tapi dilihat dalam hal pendapatan Pepsi unggul dengan 26,2 miliar dollar meninggalkan Coca cola 19.8 miliar dollar. Dan pada daftar 500 perusahaan terbesar di Amerika tahun 2010, Pepsi menempati urutan ke 50 mengalahkan Coca Cola pada peringkat 72.
Cara mengatasi konflik organisasi antara lain adalah :
1. Pemecahan masalah ( Problem Solving )
2. Tujuan tingkat tinggi ( Lipsordinate Goal )
3. Perluasan sumber ( Ekspansion of Resources )
4. Menghindari konflik ( avoidance )
5. Melicinkan konflik ( Smoothing )
6. Perintah dari wewenang (Authoritative Commands )
7. Mengubah variabel manusia ( Altering the Human Variabel )
8. Mengubah variabel struktural (Altering the Structural Variables)
9. Mengidentifikasikan musuh bersama ( Identifying a Common Enemy )
Sumber :



0 komentar:
Posting Komentar