Nama : Ryanti
Ramadani
NPM :
16110311
Kelas : 3KA24
Tuhan,
Izinkan Aku Menjadi Pelacur !
Sinopsis
Awalnya,Nidah
Kirani adalah seorang muslimah yang taat pada perintah agama, ia menutupi
tubuhnya dengan pakaian panjang dan berhijab sesuai dengan syariat agama. Shalat,dzikir,
dan membaca Al-quran tak lupa ia lakukan setiap waktu. Ia mempunyai
ketertarikan untuk mengetahui Islam lebih dalam maka dari itu ia membentuk
suatu forum yang mendiskusikan berbagai masalah keislaman. Ketertarikan itulah
yang mengundang Dahiri seorang aktivis jamaah dalam sebuah organisasi keras
yang ingin menegakkan syariat Islam di Indonesia berhasil mempengaruhi Nidah
untuk masuk dalam organisasi jamaah Islam tersebut.
Namun,
setelah sekian lama ia bergabung ia merasa tidak ada kemajuan. Organisasi yang
di anggapnya dapat membawa dia menjadi muslimah yang baik ternyata hanya
kepalsuan dan kebohongan belaka. Selain itu ia mendapatkan keganjalan dalam
organisasi tersebut yang menyimpang dari ajaran agama Islam yang sebenarnya. Ia
pun sering mengajukan pertanyaan seputar tentang Islam dan mengenai organisasi
tersebut namun yang didapatnya adalah jawaban yang kaku dan membelenggu.
Sampai
disaat Nidah diterpa kekecewaan yang dalam. Ia berfikir apa yang telah diperjuangkan
sampai saat itu mendapat banyak resiko dan rintangan sehingga ia dikucilkan
oleh masyarakat desa dan santri di pondok. Tidak hanya itu ia juga diusir dari
desa tempat tinggalnya. Pikirannya pun kacau sehingga ia berontak dan berusaha
untuk keluar dari organisasi keras tersebut, namun taruhannya adalah nyawa
karena organisasi tersebut berjalan tanpa sepengetahuan pemerintah sehingga
bilamana ada jamaah yang berkhianat maka akan dibunuh.
Dan dengan
kekecewaannya dia berusaha untuk bangkit dan tak mau kalah. Maka dicarinya
pembenaran yang dapat menguatkan hatinya. Nidah pun berubah menjadi seorang pelacur.
Sebagian besar pria yang tergoda Nidah adalah para aktivis islam . menurutnya
mereka adalah orang-orang munafik berkedok agama. Ia hidup dalam kegelapan sepeti
yang tertuang dalam petikan dibawah ini.
“Biarlah aku hidup dalam gelimang api-dosa, sebab
terkadang dosa yang dihikmati, seorang manusia bisa belajar dewasa”.


0 komentar:
Posting Komentar