Nama : Ryanti Ramadani
Kelas : 4KA24
NPM : 16110311
Mata Kuliah : Etika & Profesionalisme TSI
SUMBER
Berbagai Profesi di Bidang IT
A. Tugas untuk berbagai profesi di Bidang IT
Pengelompokkan profesi IT berdasarkan standar model tersebut adalah
1. Programmer, Bidang pekerjaan yang melakukan pemrograman komputer terhadap
Pengelompokkan profesi IT berdasarkan standar model tersebut adalah
1. Programmer, Bidang pekerjaan yang melakukan pemrograman komputer terhadap
suatu sistem yang telah dirancang sebelumnya. Jenis pekerjaan ini memiliki 3 tingkatan yaitu
a. Supervised (terbimbing). Tingkatan awal dengan 0-2 tahun pengalaman,membutuhkan
a. Supervised (terbimbing). Tingkatan awal dengan 0-2 tahun pengalaman,membutuhkan
pengawasan dan petunjuk dalam pelaksanaan tugasnya.
b. Moderately supervised (madya). Tingkatan dengan tugas kecil yang dapat dikerjakan
b. Moderately supervised (madya). Tingkatan dengan tugas kecil yang dapat dikerjakan
oleh mereka tetapi tetap membutuhkan bimbingan untuk tugas yang lebih besar, 3-5
tahun pengalaman.
c. Independent/Managing (mandiri). Tingkatan pekerjaan yang tugasnya dimulai tidak
c. Independent/Managing (mandiri). Tingkatan pekerjaan yang tugasnya dimulai tidak
membutuhkan bimbingan dalam pelaksanaan tugas.
2. System Analyst (Analis Sistem), Bidang pekerjaan yang melakukan analisis dan desain terhadap sebuah sistem sebelum dilakukan implementasi atau pemrograman lebih lanjut. Analisis dan desain merupakan kunci awal untuk keberhasilan sebuah proyek-proyek berbasis komputer. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer.
3. Project Manager (Manajer Proyek), Bidang pekerjaan yang melakukan manajemen terhadap proyek-proyek berbasis sistem informasi. Level ini adalah level pengambil keputusan. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer, terhgantung pada kualifikasi proyek yangdikerjakannya.
4. Instructor (Instruktur), Bidang pekerjaan yang berperan dalam melakukan bimbingan, pendidikan dan pengarahan baik terhadap anak didik maupun pekerja level di bawahnya. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer.
5. Specialist, Bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain, pekerjaan ini hanya memiliki satu level saja yaitu independent (managing), dengan asumsi bahwa hanya orang dengan kualifikasi yang ahli dibidang tersebut yang memiliki tingkat profesi spesialis. Pekerjaan spesialis menurut model SEARCC ini terdiri dari : Data Communication, Database, Security, Quality Assurances, IS Audit, System Software Support, Distributed System, dan System Integration
2. System Analyst (Analis Sistem), Bidang pekerjaan yang melakukan analisis dan desain terhadap sebuah sistem sebelum dilakukan implementasi atau pemrograman lebih lanjut. Analisis dan desain merupakan kunci awal untuk keberhasilan sebuah proyek-proyek berbasis komputer. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer.
3. Project Manager (Manajer Proyek), Bidang pekerjaan yang melakukan manajemen terhadap proyek-proyek berbasis sistem informasi. Level ini adalah level pengambil keputusan. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer, terhgantung pada kualifikasi proyek yangdikerjakannya.
4. Instructor (Instruktur), Bidang pekerjaan yang berperan dalam melakukan bimbingan, pendidikan dan pengarahan baik terhadap anak didik maupun pekerja level di bawahnya. Jenis pekerjaan ini juga memiliki 3 tingkatan seperti halnya pada programmer.
5. Specialist, Bidang pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan yang lain, pekerjaan ini hanya memiliki satu level saja yaitu independent (managing), dengan asumsi bahwa hanya orang dengan kualifikasi yang ahli dibidang tersebut yang memiliki tingkat profesi spesialis. Pekerjaan spesialis menurut model SEARCC ini terdiri dari : Data Communication, Database, Security, Quality Assurances, IS Audit, System Software Support, Distributed System, dan System Integration
B.
Jenis
–Jenis Profesi IT di Indonesia dan Perbandingan dengan Negara-negara lain
Secara
garis besar, profesi-profesi dibidang IT digolongkan menjadi 4 jenis yaitu :
1. Network System (Bagian Sistem
Jaringan), Dalam bagian sistem jaringan ini kita juga dapat menyebutkan contoh
jenis profesi yang termasuk dalam bagian ini yaitu; Network Administrator,
Teknisi jaringan, PC Support, Analis Data Komunikasi, Administrator Keamanan
jaringan. Pada bagian ini peluang dalam dunia kerja masih banyak sekali di
butuhkan oleh perusahaan IT maupun non-IT.
2. Informatian
Support and Service (Pelayanan Informasi dan Dukungan), Bagian
Profesi pekerjaan ini membantu kita untuk memperoleh data dan informasi, Bagian
ini juga meliputi custumer service helpdek, kemudian teknikal support yang
bekerja untuk membantu proses pekerjaan jika ada yang bermasalah dengan
komputer secara umum. Kemudian Database Administrator yang sangat di perlukan
untuk mengatur data-data yang di miliki oleh sebuah oraganisasi maupun
perusahaan.
3. Interactive
Media (Bagian Media Interaktif), Berhubungan dengan media merupakan
salah satu karakteristik dalam dunia informasi, semua harus menggunakan media.
Jadi bagian web development, web desain, penggambar 3D, dan jenis pekerjaan
yang sedikit membutuhkan seni sangat di perlukan pada jenis profesi dalam
bidang tekhnologi informasi ini. Gaji yang di tawarkan pun cukup besar sekali
jika anda master dalam bidang ini.
4. Programming
Software Enginerring (Bagian Teknik Pemogramman Software), Dunia
komputer tidak lepas dengan namanya program, jika dunia komputer tanpa program,
sama saja manusia tanpa otak. Jadi bidang programmer dan system analis sangat
di perlukan sekali dalam bidang komputer. Jenis bidang IT yang memiliki gaji
lumayan besar terletak pada bidang ini.
Perbandingan dengan negara lain :
Amerika :
Model
Association for Computing Machinery (ACM)
ACM
merupakan sebuah serikat ilmiah dan pendidikan komputer pertama di dunia yang
didirikan pada tahun 1947. Anggota ACM sekitar 78.000 terdiri dari para
profesional dan para pelajar yang tertarik akan komputer. ACM bermarkas besari
di Kota New York.
ACM
memiliki empat “Dewan (boards)” yang membuat berbagai komite dan sub kelompok.
Dewan ini bertugas untuk membantu staf utama dalam menjaga kualitas layanan dan
produk. Dewan tersebut adalah
- Publications
- SIG (Special Interest Group) Governing Board
- Education
- Membership Services Board
Pesaing
utama ACM adalah IEEE Computer Society. Sulit untuk membedakan perbedaan
keduanya secara akurat. ACM berfokus pada ilmu komputer teoritis dan aplikasi
pengguna akhir. Namun, IEEE lebih memfokuskan pada perangkat keras dan masalah
standardisasi. Perbedaan lainnya, ACM bagi para ilmuwan komputer dan IEEE untuk
insinyur listrik, walaupun sub kelompok IEEE terbesar adalah yang Computer
Society. Tentu saja, ada yang signifikan tumpang tindih antara kedua
organisasi, dan mereka kadang-kadang bekerjasama dalam proyek-proyek seperti
pengembangan kurikulum ilmu komputer.
Model
ACM ini terlalu berorientasi ke hardware sehinggga kurang cocok untuk profesi
Teknologi Informasi.
Inggris
Model
British Computer Society (BCS)
BCS
merupakan suatu model yang komprehensif, tetap berlangsung dan mudah dipahami.
Namun, bukan suatu sistem sertifikasi, melainkan suatu model yang menjadi acuan
program pengembangan profesi. Sertifikasi model ini hanya meliputi beberapa
fungsi dari sistem spesialis, prog rammer, dan sistem analis.
Model
BCS mengklasifikasikan pekerjaan IT ke dalam beberapa tingkatan, yaitu:
Level
0. Unskilled Entry
Level
1. Standard Entry
Level
2. Initially Trainded Practitioner
Level
3. Trained Practitioner
Level
4. Fully Skilled Practitioner
Level
5. Experienced Practitioner/Manager
Level
6. Specialist Practitioner/Manager
Level
7. Senior Specialist/Manager
Level
8. Principal Specialist/Experienced Manager
Level
9. Senior Manager/Director
Setiap
sel dari model BCS/ISM ditentukan berdasarkan :
- Latar belakang akademik,
- Pengalaman dan tingkatan keahlian,
- Tugas dan atribut, dan
- Pelatihan yang dibutuhkan.
Jepang
Model
Japan Information Technology Engineer Examination (JITEE)
Model
JITEE ini komprehensif, tetapi tidak ada yang tertulis dalam bahasa Inggris.
Berdasarkan kemungkinan yang tercocok pemetaan dilakukan terhadap model BCS,
dan Japan IT Engineer Model.Model ini mendefenisikan
setiap cellberdasarkan atas fungsi, pengalaman, serta pengetahuan
,keahilian, dan kemampuan. Sertifikasi dari model ini melakukan pemetaan cukup
komprehensif dengan model SRIG-PS.
Australia
Australian
Computer Society Certification Scheme(ACS)
Sistem
ACS dibentuk pada tahun 1965 dan merupakan satu-satunya himpunan TI di
Australia. ACS beranggotakan sekitar 15.500 orang, sehingga termasuk salah satu
himpunan komputer terbesar di dunia berdasarkan per kapita. Sertifikasi pada
sistem ini hanya meliputi beberapa area saja .
Materi
yang diujikan pada sistem sertifikasi tersebut terdiri dari 2 subjek utama
trend TI, legal bisinis, issue etik, dan Spesialis dalam area Project
Manajement,Applications Planning, System Integration, dan Data
Communication. Skema ini memiliki kesesuaian dengan model SRIG-PS yaitu
: Data Communication Specialists dan System Integration
Specialist. ACS merencanakan untuk mengembangkan sertifikasi
untuk Security Specialist.
ACS
Certification System ini ditawarkan melalui proses belajar jarak jauh melalui
Deakin University. Dan pusat-pusat ujian tersebar di negara-negara anggota
SEARCC seperti : Auckland, Hong Kong, Jakarta, Johor Baru, Kelantan Kota
Kinibalu, Kuala Lump ur, Penang, Singapore, Wellington. Biaya untuk mengikuti
pelatihan dan ujian ACS ini sekitar $400.00. Setiap pemegang sertifikat wajib
mengikuti re-sertifikasi setelah 5 tahun. Ini dapat dilakukan dengan duduk
mengikuti ujian ulang atau dengan mengikuti 30 jam profesional development,
mela lui Practising Computer Profesional Scheme.
Singapura
Singapore
Computer Society (Profesional Code of Conduct)
Pada
model Singapore ini juga dilakukan pembagian berdasarkan tingkatan senioritas.
Misalnya tingkatan pada System development -nya, yaitu:
- Programmer
- Analyst/Programmer
- Senior Analyst/Programmer
- Principal Analyst/Programmer
- System Analyst
- Senior System Analyst
- Principal System Analyst
- Development Manage
Malaysia
Malaysian
Computer Society (Code of Profesional Conduct)
Model
Malaysia ini mirip dengan model Singapore membedakan posisi pekerjaan pada
berbagai sektor bisnis. Namun, keduanya memuliki perbedaan dalam melakukan
ranking senioritas, misalnya tingkatan untuk System Development-nya
adalah:
- Programmer
- System Analyst/Designer
- System Development Executive
Model
Singapore dan Malaysia memiliki banyak kesamaan dan dapat diintegrasi, dengan
pembagian sebagai berikuti :
- System Development
- Computer Operations
- Sales, Marketing and Services
- Education and Trainings
- Research and Developments
- Spesialist Support
- Consultancy


0 komentar:
Posting Komentar